Home SEJARAH
There are no translations available.

Sepenggal lagu itu, membuat kenangan semasa kecil kami kembali. Ketika kuning padi membentang sepanjang mata memandang, pak tani membajak sawah turut pula ibu tani menuai padi dan anak-anak di sawah menyanyikan lagu dolanan mereka. Hiruk pikuk keramaian kota tak menyurutkan kenangan kami akan suasana damai khas tradisi pedesaan. Sekarang, Surabaya sebagai kota metropolitan di Jawa Timur telah mengalami pergeseran budaya. Hadirnya gedung pencakar langit, seakan menenggelamkan tradisi masyarakat desa. Lifestyle masyarakat pun berubah menuju modernisasi. Tidak hanya tradisi atau kultur budaya, tetapi juga dalam pemilihan makanan.
DAPUR DESA Tradisional Resto merasa perubahan ini semakin menenggelamkan budaya warisan kuliner Nusantara Indonesia. Dimana, Indonesia sejak dulu kala memiliki warisan masakan tradisional yang beraneka ragam dan bercita rasa tinggi dengan kekhasan bumbu, cara masak yang sederhana dalam penyajian menjadi keunikan tersendiri bagi pecinta masakan Indonesia. Seperti yang masih teringat di benak kita akan kenangan masa kecil, masakan sederhana ibu menjadi masakan paling nikmat pada masa kecil kita.
Dengan semangat mengembalikan kekayaan warisan kuliner dan dilliputi penuh rasa bangga kami akan masakan tradisional Indonesia, maka pada hari Sabtu tanggal 09 September 2006, kami menghadirkan di kota Surabaya ini, suatu resto dengan suasana serta harmoni desa, dan tentunya dengan masakan tradisional yang nikmat dan bercita rasa tinggi. Dengan adanya DAPUR DESA Tradisional Resto, kami berharap generasi muda Indonesia dapat mengetahui, merasakan, menghargai, bangga serta ikut melestarikan warisan kulineri Indonesia.

Matur Nuwun,

DAPUR DESA